Kisah Thalut (Saul) dan Jalut (Goliath) terutama terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 246–251. Peristiwa ini menggambarkan peperangan antara pasukan Bani Israil yang dipimpin Thalut melawan pasukan Jalut.
Latar belakang
Bani Israil pernah mengalami tekanan dan kekalahan sehingga mereka meminta kepada seorang nabi pada masa itu agar mengangkat seorang pemimpin untuk memimpin mereka berperang. Mereka berharap dapat berjuang di jalan Allah dan merebut kembali kehormatan mereka.
Allah kemudian memilih Thalut sebagai raja/pemimpin mereka. Namun, sebagian Bani Israil mempertanyakan pilihannya karena Thalut dianggap tidak berasal dari kalangan yang kaya atau terpandang. Nabi mereka menjelaskan bahwa Allah memilih Thalut karena ilmu dan kekuatan fisiknya.
Ujian di perjalanan
Thalut kemudian membawa pasukannya menuju medan perang. Dalam perjalanan, Allah menguji mereka dengan sebuah sungai:
“Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barang siapa meminum airnya, dia bukanlah pengikutku…”
— QS. Al-Baqarah 2:249
Sebagian besar pasukan tidak mampu menahan diri dan meminum air sungai tersebut. Hanya sebagian kecil yang tetap taat dan tidak mengambil air secara berlebihan.
Hal ini menyebabkan pasukan Thalut menjadi lebih sedikit ketika menghadapi musuh.
Pertempuran melawan Jalut
Pasukan Thalut kemudian berhadapan dengan pasukan yang dipimpin Jalut. Karena jumlah mereka lebih sedikit, sebagian pasukan merasa takut. Tetapi orang-orang yang memiliki keyakinan berkata bahwa banyak kelompok kecil dapat mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.
Dalam pertempuran tersebut, seorang pemuda bernama Dawud (Daud) tampil dan berhasil membunuh Jalut.
Al-Qur’an menyebut:
“Dan Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberinya kerajaan dan hikmah…”
— QS. Al-Baqarah 2:251
Setelah kemenangan itu, Dawud kemudian memperoleh kedudukan yang besar dan pada akhirnya menjadi seorang raja serta nabi.














Leave a Reply