PORTAL CIPARI-19.8.26-Ada proyek pembangunan jalan di tiga titik di wilayah Cilacap Barat diduga dikorupsi, nilai proyek mencapai Rp.2.172. 503.000.
Ketiga proyek itu pertama; peningkatan jalan wisata Banyupanas. Sepanjang 735 meter. Dari pertigaan Kemantren ke Gusuran di Pagergunung Desa Cipari Kecamatan Cipari. Di sini dikerjakan pelebaran jalan 150 cm. Dengan konstruksi cor kanan 75 cm. Kiri 75 cm dan pengaspalan badan jalan.

Kedua; di Mekarsari – Pegadingan Desa Cipari Kecamatan Cipari. Sepanjang sekira 200 meter. Di sini ada dua jenis cor kanan dan kiri jalan. Ukuran diperkirakan sama, 150 cm, dibagi dua lajur kanan dan kiri. Juga dilakukan pengaspalan pada badan jalan. Di sini ada titik cor beton penuh 200 meter.
Ketiga; peningkatan jalan di Ciawitali – Cisumur di Kecamatan Gandrungmangu. Dengan panjang 200 M lebar 6 M.
Indikasi korupsi paling terlihat di Desa Cipari dan Desa Mekarsari. Antara lain folume tidak sesuai RAB dan spek. Lebar di kanan kiri jalan kurang dari 150 cm. Rerata hanya 140 cm. Ketebalan cor hanya 10-15 cm. Seharusnya 20 cm.
Parahnya lagi, kwalitas cor sangat buruk. Warga Cipari mencurigai, campuran cor bukan dari pasir kwalitas terbaik. Diduga kuat bukan pasir. Tapi malah ladu/ladon/debu.
Semennya diduga bukan murni semen kwalitas asli. Diduga imitasi (KW). Ada yang menyebut limbah semen dicampur, ladu, batu, limbah las karbit, air dan zat kimia. Ukuran batunya besar, bukan kecil (kerikil/koral).
Konsultan pengawas proyek tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh wartawan. Petugas pengawas laboratorium aspal juga sudah dikonfirmasi. Yaitu Miko dan Amin. Keduanya mengakui proyek itu tidak sesuai RAB dan spek. Bahkan Miko mengukur volume bangunan jalan wisata air panas itu bersama wartawan. Sedangkan Amin pada kesempatan lain. Amin mengatakan, proyek di Cipari telah ditambahi menjadi +- 800 m dari seharusnya 735 m.
(Agus_Sudjangi) semoga_terungkap














Leave a Reply